UniPin Ingin Jadikan Indonesia Pusat E-Sports di Asia Tenggara

Pendapatan Industri Game Terbesar di Asia Tenggara

Pertumbuhan e-sports di Asia Tenggara terjadi semakin pesat. Salah satu alasan mengapa e-sports semakin berkembang adalah adanya berbagai kompetisi olahraga, seperti Asian Games. Perkembangan e-sports di Asia Tenggara bisa menjadi langkah awal Indonesia untuk menjadi pusat e-sports seperti yang diharapkan oleh UniPin.

Peningkatan jumlah penonton e-sports yang dibarengi dengan menjamurnya perusahaan manajemen e-sports Indonesia membuat UniPin, situs jual beli voucher game yang sudah berdiri sejak tahun 2009 ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat industri e-sports di Asia Tenggara.

Pasalnya, Indonesia sudah menjadi negara dengan penghasilan industri game terbesar di kawasan ini. Meskipun peringkatnya menurun, Indonesia tetap masuk dalam daftar 100 negara dengan pendapatan industri game terbesar. Namun, jika dibandingkan dengan Korea Selatan dan Tiongkok, Indonesia masih tertinggal jauh.

Potensi Besar dari Indonesia

Suatu lembaga survei mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam hal industri game. Banyak game offline ataupun online yang bisa diunduh secara gratis. Dengan sistem in app purchase, banyak fitur dan item gim yang harus dibeli ke pengembang game.

Misalnya saja, untuk menghadirkan fitur premium suatu game, Anda harus merogoh kocek 2 dolar AS, maka bayangkan berapa pendapatan yang didapatkan pengembang game dengan pengguna yang mencapai 2 juta. Hal inilah yang membuat industri game mampu berkembang dengan pesatnya.

Minat Investor yang Masih Rendah

Meskipun potensi yang dimiliki Indonesia sangat bagus di bidang industri game, akan tetapi Indonesia masih tertinggal jauh dari negara Asia lain dalam hal investasi. Minat para investor terhadap pengembang game lokal masih cukup rendah. Baru pada tahun 2018, investasi yang diberikan sudah mencapai angka 2 juta dolar AS.

Meskipun sudah meningkat, tapi angka tersebut masih rendah dibanding Vietnam, Korea Selatan dan Tiongkok dimana mereka sudah mengucurkan dana investasi masing-masing 50 juta dolar AS, 1 miliar dolar AS dan 5 miliar dolar AS. Hal inilah yang menjadi penghambat berkembangnya gim lokal di pasar sendiri.

Masalah yang Dihadapi

Dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat e-sports tidak selalu mulus. Terdapat banyak hambatan yang harus kita hadapi, seperti perhatian yang kurang dalam mengelola industri game, jumlah demografis penduduk yang surplus, dan kanal distribusi game yang lebih banyak dikuasai oleh pengembang mancanegara.

Selain itu, sektor konsol, seperti Xbox, Playstation dan Nintendo memiliki ketentuan masing-masing dalam melakukan tugasnya. Masalah lain yang membuat perkembangan industri game lokal berkembang adalah enggannya para pemain untuk membeli item atau fitur berbayar karena mereka hanya memanfaatkan item gratis.

Solusi yang Diberikan

Banyaknya permasalahan yang jadi penghambat, situs ini merasa bertanggung jawab untuk ikut berpartisipasi dalam memajukan industri game di Indonesia sebagai pusat e-sports di Asia Tenggara. Oleh karena itu, akan digelar kompetisi e-sports tingkat Asia Tenggara bertajuk South East Asia Cyber Arena (SEACA).

Kompetisi ini diselenggarakan dengan harapan bisa meningkatkan perhatian masyarakat bahwa game online di Indonesia menyimpan potensi yang sangat besar sehingga industri gim online Indonesia bisa semakin berkembang. Kompetisi akan dilakukan pada 8-10 November 2019 di Kartika Expo – Balai Kartini, Jakarta. Itulah tadi informasi mengenai keinginan UniPin yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat e-sport yang menguasai kawasan Asia Tenggara. Dalam mewujudkan harapan ini, diperlukan kerja sama yang sinergis antara pengembang, peminat game, investor dan pihak-pihak lain yang dapat mendukung kemajuan industri game.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *