Meski Kurs Melemah, Jangan Kendorkan Semangat Anda Untuk Berinvestasi

Akhir-akhir ini, kondisi perekonomian di Indonesia tengah gaduh-gaduhnya. Bukan karena kenaikan harga barang yang melonjak drastis melainkan karena kurs Rupiah terhadap Dollar yang melemah secara signifikan. Hal ini disikapi dengan naiknya harga barang secara perlahan sampai merosotnya bursa saham. Kondisi yang mengkhawatirkan ini membuat banyak orang enggan untuk melakukan investasi karena merasa situasi yang kurang kondusif dapat memberikan risiko yang tinggi. Meski pandangan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun sebaiknya Anda tidak mengendorkan semangat untuk berinvestasi karena beberapa hal berikut ini :

Kebijakan menaikkan bunga

Naiknya nilai dollar disikapi Bank Indonesia dengan menaikkan suku bunga acuan Bank Indonesia. Kondisi ini memaksa setiap perbankan untuk menaikkan bunga yang mereka berikan. Di sisi lain instrumen investasi yang menggunakan bunga sebagai imbal hasil kepada para investornya juga akan ikut-ikutan menaikkan bunga agar dapat mengimbangi bunga yang ditawarkan negara lain. Hal ini bisa menjadi kondisi ideal bagi para investor karena ini merupakan momentum untuk berinvestasi yang bagus.

Bijak dalam memilih skema investasi

Dalam kondisi kurs yang melemah, sesaat bursa saham akan menurun dan membuat Anda yang berinvestasi akan mengalami risiko dalam hal capital gain. Kondisi ini tidak sepenuhnya buruk karena Anda dapat menyiasatinya dengan memilih skema investasi lainnya. Ada beragam investasi bagus yang memberikan imbal hasil pasti seperti Mekar. Investasi bagus tentu perlu memberikan kepastian return bagi para investornya dan Mekar memenuhi tantangan tersebut dengan mencantumkan berapa persentase profit yang bisa didapat para investor. Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih investasi di tengah kondisi kurs yang sedang melemah seperti sekarang ini.

Perhatikan cashflow

Meskipun Anda memiliki peluang untuk berinvestasi saat kondisi kurs melemah, namun bukan berarti Anda dapat jor-joran untuk melakukan investasi. Anda tetap harus selektif dalam memilih peluang investasi sambil mengetahui seberapa besar risiko yang akan Anda hadapi. Risiko tidak hanya datang dari skema investasi melainkan juga cashflow keuangan pribadi Anda. Jangan sampai, Anda melakukan investasi dengan cara berhutang karena akan menyulitkan Anda dalam mengelola cashflow.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *